srtm
Community

SRTm, Tempat Kumpul Pecinta Tamiya

Mainan mobil balap mini bernama Tamiya memang memiliki keistimewaan tersendiri bukan hanya untuk anak-anak saja, melainkan orang dewasa juga bisa menjadi pecintanya. Hal tersebut dibuktikan oleh para kaula muda yang tergabung dalam komunitas bernama Songong Racing Team atau yang biasa disapa SRTm yang kerap ngerace di track tamiya.

Menurut Humas SRTm, Gia Gita menjelaskan, SRTm sendiri kepanjangan dari Songong Racing Team yang merupakan komunitas pecinta tamiya atau yang sering disebut dengan mobil f1 mini yang terbentuk pada tahun 2016.

“Iya, nama SRTm sendiri memiliki dan mempunyai filosofi, karena hampir manusia memiliki sifat songong (arogan). Jadi team ini mewakili salah satu sifat dasar manusia tersebut,” jelasnya.

Gia melanjutkan, bahwa yang melatarbelakangi terbentuknya komunitas ini adalah keinginan dan bernostalgia dengan mainan mobil-mobilan yang dimainkan. Yang mungkin waktu dahulu kecil masih banyak dari kita yang mengalami kendala dalam bermain mobil-mobilan ini. Sehingga, saat dewasa seperti ini ingin memainkannya kembali.

Meskipun demikian, Gia mengatakan bahwa dari semua permainan ini tetaplah keluarga yang harus di perhatikan paling pertama. Hal ini merunut pada prinsip komunitasnya yang berbunyi “Tamiya is number 1, but Family is Priority”.

Lebih lanjut, melihat ramainya permainan ini, menurut Gia, perkembangan tamiya saat ini sangat pesat sekali. Hal tersebut terbukti dari makin banyaknya kelas-kelas kejuaraan yang bisa diikuti. Mulai dari stb murni, stb plus, sto dan lain-lain.

“Saat ini yang paling berkembang adalah jenis STB dan STO. STB yaitu Standar Tamiya Box yang berarti mobil tidak boleh dimodifikasi. STO yaitu Standar Tamiya Original artinya mobil boleh dimodifikasi sebebas mungkin selama mengikuti aturan. Meskipun begitu, semua tergantung dari toko tamiyanya, mau bikin kelas-kelas apa lagi untuk diperlombakan  kedepannya,” paparnya.

Terkait pengalaman menarik yang pernah dirasakan selama bermain tamiya, SRTm menurut Gia sering mengadakan race internal yang tidak hanya mengejar kemenangan semata. Namun, lebih kepada bisa tertawa dan songong bersama saat memainkan tamiya milik sendiri. Meskipun demikian, beberapa anggota SRTm sudah memiliki prestasi di berbagai lomba tamiya STB ataupun STO yang pernah digelar sebelumnya.

“Kalau agenda kopi darat (kopdar) biasanya kita kumpul di toko tamiya di kalibata setiap hari Rabu sore. Disitulah kita bisa berbagi ilmu dan skill dalam merakit tamiya,” ucapnya.

Untuk bisa menyalurkan hobi ini, tentunya faktor yang  paling menentukan dalam permainan ini adalah faktor U, yaitu Uang dan Usaha.

Jika boleh disimpulkan, dengan adanya uang, para pecinta tamiya dapat merakit mobil F1 mininya menjadi lebih cepat atauun menajdi lebih terlihat keren dibanding tamiya standar yang dimiliki pemain pada umumnya. Sedangkan dengan usaha, para pemain tamiya ini dapat mendandani tamiyanya agar bisa menjuarai berbagai perlombaan yang digelar.

“Untuk harga sih relatif. Untuk yang collectible harganya bisa sampai 1 juta lebih. Disarankan untuk merakitnya sendiri,” katanya.

Dengan adanya komunitas ini, Gia dan anggota SRTm lainnya sangat merasakan manfaatnya, seperti bisa menumbuhkan rasa percaya diri, semangat kompetisi, dan fairplay.

“Sedangkan untuk rencana kedepan, kita ingin mengadakan lomba tamiya sendiri dan menjuarai perlombaan tamiya lainnya,” pungkasnya.

Teks : Indra || Foto : IST

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FOLLOW @ INSTAGRAM